Sunday, June 24, 2012

DI PINGGIR DESA

Di pinggir desa

Lambaian pepohon, mesra menyapa

Si pungguk bersiul, ceria

Ombak gelap melambung tinggi

Mematikan niat di hati, Melenyapkan kata

Di pinggir desa

Bersemayam sepi sang raja

Mengeluh merintih hilang takhta

Kudrat tiada, upaya binasa

Mengadu sembah, Pada Raja segala raja

Di pinggir desa

Deretan gunung ganang

Bercerminkan langit cerah

Jalur anak-anak sungai

Segala makhluk yang mendiaminya

Adapun berbeza, Melafaz tasbih yang serupa

Di pinggir desa

Sejenak terpaku, Melihat drama dunia

Manusia alpa mengundang sedih

Asyik bermain melambung batu

Hingga lupa Sang Pencipta


Ketahuilah sesungguhnya kehidupan di dunia itu hanyalah permainan dan sendagurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagungkan para petani.

Kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan akhirat nanti ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu

(Al Hadid :20)

2 comments:

Feilong said...

yay!! first to comment! haha XD

tcer paling suka duduk kat kampung. suasana aman, org2 nya pun baik2. boleh rasa hidup org zaman dulu2. hehe. especially time bekwoh!

kampung is the BEST! Syukur alhamdulillah tcer dapat kerja kat kampung :D

Inspector Saahab said...

betol betol bteol

amboih tcer. bukankah time class ni ? heheh