Tuesday, August 27, 2019

PELAJARAN DARI SEORANG HAJAR


Sewaktu Ismail kecil dan ibunya hanya berdua dan kehabisan air untuk minum di lembah pasir dan bukit yang tandus,  Hajar pergi mencari air pulang pergi dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah sebanyak tujuh kali. Kita sama tahu kisah ini. Cuma ada beberapa hal  yang menarik kita simak:

Pertama: Kenapa Hajar harus mencari air? Bukankan Hajar sendiri yang mengatakan kepada suaminya (Ibrahim a.s) bahwa kalau memang ini perintah Allah, maka pasti Allah tidak akan menyia-nyiakan kami.  Kalau dia yakin bahwa Allah tidak mungkin menyia-nyiakan mereka, kenapa tidak Hajar tunggu sampai keyakinannya itu terwujud? Kenapa harus mencari air?


Jawabannya adalah bahawa janji Allah itu harus dijemput dengan ikhtiar. Dengan action. Dengan usaha. Perjuangan Hajar mencari air bukan bentuk keraguannya terhadap Allah bahwa Allah akan menyia-nyiakan mereka. Sama sekali tidak. Tapi ikhtiar Hajar adalah untuk menjemput janji Allah. Untuk mencari sebab Allah menurunkan pertolongannya. Janji Allah bukan disikapi dengan sekedar menunggu sambil berdoa tapi sifar usaha.

Kedua: Kenapa harus berlari lari sampai 7 kali. Bukankah bukit Shawa dan Marwa itu kelihatan  saja? Bagi yang pernah melaksanakan ibadah haji atau umrah, tentu tahu bahwa bukit Shawa dan bukit Marwa itu tidak lah jauh. Dari  bukit Shafa kita bisa melihat dengan jelas  bukit Marwa begitu pula sebaliknya. Artinya kalau di bukit Shafa tidak ada air lalu di bukit Marwa juga tidak ada air ya itu berarti pasti di keduanya tidak ada air. Kenapa harus terus dicari sampai 7 kali ?

Ini pelajaran lain yang penting bagi kita, bahwa ikhtiar menjemput janji Allah yang sudah kita yakini akan datang itu ternyata dengan sebuah ikhtiar yang dilakukan dengan mengerahkan segenap kemampuan dan seluruh potensi. Usaha keras yang  tidak mengenal kata menyerah, bosan, tidak ada mood apatah lagi putus asa.

Ketika sampai kali ke 3, 4 atau ke 5 Hajar mendaki bukit Shafa-Marwa,  sama sekali tidak berkurang keyakinan Hajar akan ucapannya kepada suaminya dulu : Kalau benar ini perintah Allah  maka Allah tidak akan menyia-nyiakan kami..

Subhanallah!

Saudaraku,

Mampukah keyakinan kita kepada Allah SWT makin hari makin mekar tatkala kita diuji sebagaimana mekarnya keyakinan Hajar ini ? Keyakinan yang tidak pernah padam dan berkurang. Kata-kata yang telah beliau ungkapkan berkenaan perancangan Allah itu, telah tertanam kuat di sudut paling dalam dalam hati sanubarinya sehingga tidak mampu digugat oleh sebarang was-was. Hebatnya keyakinan seorang wanita. Apabila dia yakin dan tekad, maka tidak ada lagi ruang untuk kembali, sebaliknya mara terus menanti janji Allah tertunai.



Buku : Wanita Yang Diabadikan Dalm al-Qur'an