Sunday, May 12, 2019

MENJADI ABU BAKR AS-SIDDIQ RA




Abu Bakr juga emotional. Mana tidaknya, sepupunya yang selama ini hidup menumpang, kasih atas kedermawan Abu, Bakr turut terkeliru dan termasuk dalam senarai orang beriman yang percaya pada berita bohong, yakni percaya bahwa Aisha telah berbuat sesuatu yang tidak baik dengan Safwan Al-Muattal.

Detil kisah bohong atau hadith al-ifki ini boleh kita semak dalam kitab sirah.

Sepupu Abu Bakr yang dimaksudkan di atas ialah Mistah bin Utsasah. Beliau seorang sahabat yang tersangat miskin dan mengharapkan kemurahan saudaranya As-Siddiq untuk memenuhi keperluannya.

Alangkah kecewa Abu Bakr tatkala yang dia bantu & berbudi selama ini turut termakan fitnah terhadap putrinya.

Wajarlah Abu Bakr bersumpah sebagaimana yang dinaqalkan oleh Imam Ibnu Katsir,

"Demi Allah, aku tidak akan memberinya bantuan lagi barang sedikit pun, selamanya...."

Wajar bukan?

Memang wajar.

Namun menyangkut hal ini, telah turun wahyu untuk mengajarkan Abu Bakr dan kita semua sesuatu yang jauh lebih berharga dari sumpahan tadi ;

وَلَا يَأۡتَلِ أُوْلُواْ ٱلۡفَضۡلِ مِنكُمۡ وَٱلسَّعَةِ أَن يُؤۡتُوٓاْ أُوْلِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَٱلۡمَسَٰكِينَ وَٱلۡمُهَٰجِرِينَ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِۖ وَلۡيَعۡفُواْ وَلۡيَصۡفَحُوٓاْۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَن يَغۡفِرَ ٱللَّهُ لَكُمۡۚ وَٱللَّهُ غَفُورٞ رَّحِيمٌ

(Abdullah Muhammad Basmeih)

Dan janganlah orang-orang yang berharta serta lapang hidupnya dari kalangan kamu, bersumpah tidak mahu lagi memberi bantuan kepada kaum kerabat dan orang-orang miskin serta orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah; dan (sebaliknya) hendaklah mereka memaafkan serta melupakan kesalahan orang-orang itu; tidakkah kamu suka supaya Allah mengampunkan dosa kamu? Dan (ingatlah) Allah Maha Pengampun lagi Maha Mengasihani.

-Sura An-Nur, Ayah 22

😭


Subhanallah, sungguh halus teguran dan tarbiyah dari Allah azza wajal.

Tatkala turun ayat ini, barangkali terngiang-ngiang di benak As-Siddiq itu pertanyaan dari Qur'an,

أَلَا تُحِبُّونَ أَن يَغۡفِرَ ٱللَّهُ لَكُمۡۚ
".. tidakkah kamu suka supaya Allah mengampunkan dosa kamu.."

Maka pada saat itu juga Abu Bakar berkata, "Benar, demi Allah, sesungguhnya kami suka bila Engkau memberikan ampunan kepada kami, wahai Tuhan kami."

Begitulah yang diriwayatkan oleh Ibnu Kathir dalam tafsirnya. Tambah beliau lagi,

Kemudian Abu Bakar kembali memberikan nafkah bantuannya kepada Mistah seperti biasanya. Untuk itu Abu Bakar berkata, "Demi Allah, aku tidak akan mencabutnya selama-lamanya."

***

Indahnya kisah ini. Inilah kisah peribadi yang telah dibentuk oleh zaman paling baik dengan tarbiyah al-Qur'an.

Abu Bakr mengajar kita untuk mengetepikan emosi, berjiwa besar demi keampunan dari Allah swt.

Saudaraku,

Bukankan inilah bulan paling baik dan tepat untuk kita meneladani Abu Bakr dalam hal ini? Memaafkan sesama kita & berlapang dada.

Tidak sukakah kita justeru Allah yang memaafkan dan mengampuni kita?

🙃


Mari menjadi Abu Bakr As-Siddiq ra