Friday, December 21, 2012

SULIT, MUDAH, REDHANYA


Satu waktu, sudah lama sekali
Seseorang berkata dengan wajah sendu
Alangkah beratnya, alangkah banyaknya rintangan
Alangkah berbilang sandungan, alangkah rumitnya

Aku bertanya, lalu?
Dia menatapku dalam-dalam, lalu menunduk
Apakah sebaiknya kuhentikan saja ikhtiar ini?

Hanya kerana itu kau menyerah kawan?
Aku bertanya meski tak begitu yakin apa aku sanggup
Menghadapi seksa badai ujian dalam ikhtiar seperti dialaminya
Yah, bagaimana lagi? Tidakkah semua hadangan ini petanda
Bahawa Allah tak meredhainya?

Aku membersamainya menghela nafas panjang
Lalu aku bertanya, andai Muhammad, Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
Berpikir sebagaimana engkau menalar, kan adakah Islam di muka bumi?
Maksudmu akhi? Ia terbelalak

Ya. Andai Muhammad berpikir bahawa banyak kesulitan
Berarti tak diradhai Allah bukankah ia akan berhenti di awal-awal risalah?
Ada banyak titik sepertimu saat ini, saat Muhammad
Bisa mempertimbangkan untuk menghentikan ikhtiar

Mungkin saat dalam rukuknya ia dijerat di bahagian leher
Mungkin saat ia sujud lalu kepalanya disiram isi perut unta
Mungkin saat ia bangkit dari duduk lalu dahinya disambar batu
Mungkin saat ia dikatai gila, penyair, dukun dan tukang sihir

Mungkin saat ia dan keluarga diboikot total di syi’b Abi Thalib
Mungkin saat ia saksikan sahabat-sahabatnya disiksa di depan mata
Atau saat paman terkasih dan isteri tersayang berpulang
Atau justeru saat dunia ditawarkan padanya, takhta, harta, wanita

Jika Muhammad berpikir sebagaimana engkau menalar
Tidakkah ia punya banyak saat untuk memilih berhenti?

Tapi Muhammad tahu, kawan
Ridha Allah tak terletak pada sulit atau mudahnya
Berat atau ringannya, bahagia atau deritanya
Senyum atau lukanya, tawa atau tangisnya

Ridha Allah terletak pada
Apakah kita mentaatiNya dalam menghadapi semua itu
Apakah kita berjalan dengan menjaga perintah dan larangNya
Dalam semua keadaan dan ikhtiar yang kita lakukan

Maka selama di situ engkau berjalan
Bersemangatlah kawan!

-Dalam Dekapan Ukhuwah
-Salim A. Fillah


-------------------


Rasulullah saw bersabda:

“Sungguh ajaib keadaan orang beriman, sesungguhnya semua urusan mereka berada dalam keadaan baik. Dan tiada yang memperolehi keadaan ini melainkan orang yang beriman sahaja. Sekiranya dia dianugerahkan sesuatu, dia bersyukur. Maka jadilah anugerah itu baik untuknya. Sekiranya dia ditimpa musibah, dia bersabar. Maka jadilah musibah itu baik untuknya”

Hadith riwayat Muslim.


5 comments:

Shafiq Firas said...

Entry yang sangat ohsemm . Alangkah indahnya pekerti Rasul junjungan :)

Akhi. said...

*sumbat bawang dalam mata*

Muhammad PeacemakerIslam said...

SubhanAllah .
:')

Ninja Osem said...

"Do men think that they will be left alone on saying "We believe",and that they will not put to the test?" [29:2]

Yeah, Allah sentiasa bersama orang yang sabar..

Keep going till the end of our life..(:

Inspector Saahab said...

pahit untuk ditelan kawan kawan
sesukar itu

jazakumullahukhairan katheera :')